
Gorontalo, 26 Oktober 2026 – Upaya mengembangkan bahan baku alternatif untuk pakan ikan terus dilakukan melalui penelitian di bidang budidaya perikanan. Salah satunya melalui penelitian pemanfaatan tepung ikan sapu-sapu (Hypostomus sp.) sebagai bahan pakan buatan untuk mendukung pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian berjudul “Pemanfaatan Tepung Ikan Sapu-Sapu (Hypostomus sp.) sebagai Pakan Buatan terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.)” ditulis oleh Intan Tri Tiansih Nuna, Juliana, dan Sutianto Pratama Suherman. Artikel tersebut diterbitkan dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, Volume 7, Nomor 2.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan pakan berkualitas dalam kegiatan budidaya ikan lele. Pakan merupakan salah satu komponen penting yang memengaruhi pertumbuhan dan keberhasilan produksi, sehingga diperlukan eksplorasi bahan baku alternatif yang berpotensi digunakan untuk meningkatkan efisiensi pakan. Dalam penelitian tersebut, tepung ikan sapu-sapu digunakan sebagai bahan tambahan dalam pakan buatan dengan empat perlakuan dosis, yaitu 3%, 5%, 7%, dan 9%. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari menggunakan 120 ekor benih ikan lele berukuran 4–6 cm yang dipelihara dalam 12 akuarium. Setiap perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan.
Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertambahan panjang mutlak, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan atau Feed Conversion Ratio (FCR), serta kualitas air. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan untuk mengevaluasi perbedaan hasil antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung ikan sapu-sapu memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan rasio konversi pakan ikan lele pada taraf signifikansi 5%.
Perlakuan dosis 5% menghasilkan kinerja terbaik berdasarkan parameter yang dilaporkan, dengan pertumbuhan berat mutlak sebesar 0,79 gram, pertambahan panjang mutlak sebesar 1,07 cm, tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%, serta nilai FCR sebesar 2,16. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tepung ikan sapu-sapu berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bahan baku alternatif dalam formulasi pakan ikan lele. Pemanfaatan bahan ini dapat menjadi salah satu arah pengembangan inovasi pakan berbasis sumber daya lokal, dengan tetap memperhatikan kualitas nutrisi, keamanan bahan baku, dan efisiensi biaya produksi.
Selain memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu nutrisi ikan, penelitian ini juga membuka peluang kajian lanjutan mengenai komposisi nutrisi tepung ikan sapu-sapu, metode pengolahan, tingkat kecernaan, serta efektivitas penggunaannya dalam skala budidaya yang lebih besar. Pengembangan bahan pakan alternatif perlu didukung oleh pengujian yang berkelanjutan agar penerapannya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan sekaligus mendukung kegiatan budidaya yang efisien. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi akademisi, peneliti, dan pembudidaya dalam mengembangkan inovasi pakan untuk meningkatkan produktivitas perikanan air tawar.
Publikasi ini turut memperkaya kajian ilmiah di bidang kelautan dan perikanan, khususnya dalam pengembangan teknologi pakan dan budidaya ikan. Penelitian berbasis pemanfaatan bahan baku alternatif diharapkan dapat mendorong inovasi yang mendukung keberlanjutan sektor perikanan.
Sumber: Nuna, I. T. T., Juliana, J., dan Suherman, S. P. S. Pemanfaatan Tepung Ikan Sapu-Sapu (Hypostomus sp.) sebagai Pakan Buatan terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.). Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, Volume 7, Nomor 2.
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.