
Gorontalo, 28 Oktober 2026 – Inovasi budidaya perikanan terus dikembangkan melalui pemanfaatan bahan alami yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya melalui penelitian mengenai efektivitas madu hutan dan air kelapa sebagai sumber fitohormon alami dalam proses maskulinisasi larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian berjudul “Efektivitas dari Madu Hutan dan Air Kelapa sebagai Fitohormon Alami terhadap Proses Maskulinisasi Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)” ditulis oleh Moh Kelvin Makus, Juliana Juliana, dan Mita Alvionita. Artikel ini diterbitkan dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, Volume 7, Nomor 2, halaman 179–187, pada Mei 2026, dengan DOI 10.21107/juvenil.v7i2.34329.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan alternatif bahan alami untuk menggantikan penggunaan hormon sintetis dalam akuakultur. Maskulinisasi merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam budidaya ikan nila untuk meningkatkan proporsi ikan jantan, yang memiliki potensi pertumbuhan lebih cepat dalam sistem produksi tertentu. Penggunaan bahan alami diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu madu hutan, air kelapa muda, kombinasi madu hutan dan air kelapa, serta kontrol. Setiap perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Larva ikan nila berumur tiga hari setelah menetas direndam selama 10 jam, kemudian dipelihara selama 60 hari untuk mengamati hasil maskulinisasi dan tingkat kelangsungan hidup.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi madu hutan dan air kelapa pada perlakuan C menghasilkan persentase ikan jantan tertinggi, yaitu 84,72%. Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan B, yaitu pemberian air kelapa muda, dengan persentase mencapai 96,67%. Hasil analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter yang diteliti pada taraf signifikansi 5%. Temuan ini menunjukkan potensi kombinasi bahan alami sebagai alternatif dalam proses maskulinisasi larva ikan nila.
Penelitian tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi akuakultur melalui eksplorasi bahan alami yang mudah ditemukan dan berpotensi dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya. Pemanfaatan madu hutan dan air kelapa juga membuka peluang penelitian lanjutan mengenai mekanisme kerja senyawa bioaktif, konsentrasi optimal, konsistensi hasil, serta aspek keamanan dan efisiensi penerapannya. Bagi pengembangan ilmu kelautan dan perikanan, kajian ini relevan dengan upaya mendorong inovasi teknologi budidaya yang memperhatikan produktivitas sekaligus keberlanjutan lingkungan. Meskipun demikian, efektivitas bahan alami tetap perlu dievaluasi lebih lanjut sebelum diterapkan secara luas, termasuk melalui pengujian pada skala budidaya yang lebih besar.
Publikasi ini menambah khazanah penelitian di bidang akuakultur, khususnya dalam pengembangan pendekatan alternatif untuk meningkatkan performa produksi ikan nila. Hasilnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti, akademisi, dan praktisi budidaya perikanan dalam mengembangkan teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.