
Gorontalo, 29 Oktober 2026 – Penelitian mengenai evaluasi program bantuan kapal perikanan bagi nelayan di Kabupaten Gorontalo dipublikasikan dalam Jurnal Public Policy, Volume 12, Nomor 3 Tahun 2026. Penelitian ini menawarkan pendekatan evaluasi yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan untuk menilai efektivitas program pemberdayaan nelayan dalam jangka panjang.
Artikel berjudul “Evaluating the Fishing Boat Assistance Program through the CIPP-SI Framework: Evidence from Gorontalo Regency, Indonesia” ditulis oleh Marlian Mohammad, Ansar Ansar, Hasim Hasim, dan Zuchri Abdusamad.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi program bantuan perikanan yang tidak hanya berfokus pada keluaran program dan dampak ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, kelembagaan, ekonomi, dan lingkungan yang memengaruhi keberlanjutan manfaat bagi masyarakat nelayan. Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan kerangka evaluasi CIPP, yang mencakup Context (konteks), Input (masukan), Process (proses), dan Product (hasil). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen yang melibatkan pejabat dinas perikanan, pimpinan kelompok nelayan, dan penerima manfaat program.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bantuan kapal perikanan secara umum telah sesuai dengan kebutuhan nelayan. Program tersebut membantu meningkatkan akses terhadap aset produktif, mendukung produktivitas penangkapan ikan, memperkuat kapasitas usaha, serta mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat. Meskipun demikian, penelitian ini mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dapat membatasi keberlanjutan hasil program. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan kapasitas kelembagaan, belum memadainya pemantauan setelah bantuan disalurkan, serta kurangnya pendampingan berkelanjutan bagi penerima manfaat.
Temuan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan program bantuan perikanan tidak cukup diukur dari penyaluran bantuan atau peningkatan produksi dalam jangka pendek. Dukungan kelembagaan, pemantauan berkala, dan pendampingan kepada nelayan juga diperlukan agar manfaat program dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Sebagai kontribusi utama, penelitian ini mengusulkan kerangka CIPP-SI (Context, Input, Process, Product–Sustainability Integration), yaitu pengembangan model evaluasi CIPP dengan mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan ke dalam setiap dimensi evaluasi. Kerangka ini diharapkan dapat memberikan penilaian yang lebih komprehensif terhadap efektivitas program bantuan perikanan sekaligus menjadi acuan dalam merancang kebijakan pemberdayaan nelayan yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini relevan bagi pengembangan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, khususnya dalam memastikan bahwa program bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi nelayan. Hasil kajian juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan dalam memperkuat mekanisme evaluasi, meningkatkan kualitas pendampingan, serta mengoptimalkan pemanfaatan bantuan produktif.
Publikasi ini menambah kontribusi ilmiah dalam bidang evaluasi kebijakan publik dan pembangunan perikanan. Pendekatan evaluasi yang memperhatikan keberlanjutan diharapkan dapat membantu mendorong kebijakan pemberdayaan nelayan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sumber: Mohammad, M., Ansar, A., Hasim, H., dan Abdusamad, Z. (2026). Evaluating the Fishing Boat Assistance Program through the CIPP-SI Framework: Evidence from Gorontalo Regency, Indonesia. Jurnal Public Policy, Volume 12, Nomor 3.
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.