
Gorontalo, 14 Oktober 2026 – Dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengembangkan kajian pemanfaatan ekstrak daun jati (Tectona grandis) sebagai alternatif terapi herbal untuk mengatasi infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele. Penelitian ini memberikan perspektif baru dalam pengembangan penanganan penyakit ikan berbasis bahan alami yang berpotensi diterapkan dalam kegiatan budidaya perikanan.
Penelitian berjudul “Efficacy of Teak (Tectona grandis) Leaf Extract Against Aeromonas hydrophila in Catfish” ditulis oleh Silvana Kasim, Arafik Lamadi, dan Indra G. Ahmad. Ketiganya berafiliasi dengan Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Universitas Negeri Gorontalo. Artikel tersebut diterbitkan dalam Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan, Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026, halaman 75–84.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komoditas ikan lele dalam sektor budidaya perikanan. Salah satu kendala yang dihadapi pembudidaya adalah penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS), yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Infeksi bakteri tersebut dapat mengganggu kesehatan ikan dan menimbulkan kerugian apabila tidak ditangani dengan tepat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim peneliti menguji aktivitas terapeutik larutan daun jati muda terhadap infeksi A. hydrophila sekaligus menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan eksperimen acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan selama 19 hari.
Ikan lele terlebih dahulu diinjeksi secara intramuskular menggunakan bakteri sebanyak 0,1 ml, kemudian diberikan perlakuan berupa perendaman selama 20 menit. Konsentrasi larutan daun jati yang diuji meliputi 10 g/L, 15 g/L, dan 20 g/L, serta kelompok kontrol sebagai pembanding. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analysis of Variance (ANOVA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan daun jati muda berpotensi membantu penanganan infeksi A. hydrophila pada ikan lele. Perlakuan dengan konsentrasi 10 g/L dilaporkan sebagai dosis optimal berdasarkan parameter yang diamati. Penelitian juga melaporkan tingkat kelangsungan hidup dan tingkat kesembuhan sebesar 100% pada perlakuan optimal tersebut. Temuan ini menunjukkan potensi bahan alami lokal untuk dikembangkan dalam penelitian kesehatan ikan. Daun jati menjadi salah satu sumber bahan herbal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, terutama dalam upaya menemukan pendekatan penanganan penyakit ikan yang efektif dan dapat mendukung keberlanjutan usaha budidaya. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan di FKTP UNG, penelitian ini memperkuat kontribusi sivitas akademika dalam bidang kesehatan ikan dan teknologi budidaya perairan. Hasilnya juga berpotensi menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, serta pembudidaya ikan dalam memahami alternatif penanganan penyakit berbasis bahan alami.
Meski demikian, penerapan hasil penelitian pada skala budidaya perlu didukung pengujian lanjutan, termasuk standardisasi ekstrak, evaluasi keamanan, penentuan dosis yang konsisten, dan pengujian pada kondisi budidaya yang lebih beragam. Langkah tersebut penting untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya sebelum direkomendasikan secara luas. Melalui penelitian ini, FKTP UNG terus mendorong pengembangan inovasi di bidang kelautan dan perikanan yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk menjawab tantangan kesehatan organisme budidaya dan mendukung peningkatan produktivitas perikanan.
Sumber: Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan, Vol. 17 No. 1 (2026), hlm. 75–84.Judul artikel: Efficacy of Teak (Tectona grandis) Leaf Extract Against Aeromonas hydrophila in Catfish.Laman jurnal: https://grouper.unisla.ac.id/index.php/grouper
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.