Hasil riset Dosen FKTP-UNG Dua Stasiun Tambak Mootilango Masuk Kategori Sangat Sesuai untuk Budidaya Udang Vaname

Oleh: Veggy Arman . 13 Oktober 2026 . 13:11:34

Gorontalo, 13 Oktober 2026 – Dosen Fakuktas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan penelitian untuk menganalisis kesesuaian lahan bagi pengembangan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Desa Mootilango, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan tambak di wilayah tersebut secara umum memiliki potensi untuk dikembangkan, dengan sejumlah stasiun pengamatan masuk kategori sangat sesuai dan sesuai.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Asian Journal of Fisheries and Aquatic Research, Volume 28, Nomor 6 Tahun 2026, dengan judul “Analysis of the Suitability of Land for Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) Cultivation in Mootilango Village, Duhiadaa District, Pohuwato Regency, Indonesia”. Artikel ini ditulis oleh Muh. Azrul Syamsah H. Sunani, Hasim Hasim, dan Arafik Lamadi.

Para penulis berafiliasi dengan Program Studi Ilmu Kelautan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, serta Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi ekonomi budidaya udang vaname yang cukup besar di Indonesia. Namun, pengembangan usaha budidaya memerlukan analisis kesesuaian lahan dan pengelolaan lingkungan yang tepat agar produktivitas dapat dipertahankan sekaligus meminimalkan risiko ekologis.

Penelitian dilaksanakan pada kawasan tambak udang di Desa Mootilango selama Desember 2025 hingga Februari 2026. Metode yang digunakan meliputi survei dan observasi lapangan secara langsung pada empat stasiun pengamatan. Parameter yang dianalisis mencakup suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas, nitrit, nitrat, amonia, fosfat, kecerahan, total padatan terlarut, pH tanah, serta karakteristik substrat dasar tambak.

Data tersebut dianalisis menggunakan metode skoring berdasarkan klasifikasi kesesuaian lahan, yaitu sangat sesuai (S1), sesuai (S2), sesuai bersyarat (S3), dan tidak sesuai (N). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun 1 memperoleh skor kesesuaian 160 dan Stasiun 2 memperoleh skor 156. Kedua stasiun tersebut masuk kategori sangat sesuai (S1). Sementara itu, Stasiun 3 memperoleh skor 152 dan Stasiun 4 memperoleh skor 144, yang dikategorikan sesuai (S2). Dari hasil pengukuran kualitas perairan, suhu tercatat berkisar antara 31,4–34,8°C, pH air 8,2–8,7, salinitas 25–26 ppt, dan oksigen terlarut 4,7–12,1 mg/L. Penelitian juga mengukur konsentrasi nitrit, nitrat, dan amonia sebagai bagian dari evaluasi kondisi lingkungan tambak.

Meskipun sebagian besar stasiun pengamatan menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik, penelitian ini mengidentifikasi sejumlah faktor pembatas yang perlu diperhatikan. Faktor tersebut meliputi rendahnya oksigen terlarut pada stasiun tertentu, kondisi pH tanah yang asam, serta perlunya pengendalian kualitas air dan penggunaan pupuk yang lebih terarah.

Temuan ini menegaskan bahwa potensi pengembangan tambak udang vaname tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga oleh kemampuan pengelola dalam menjaga kualitas air dan kondisi tanah. Pengawasan parameter lingkungan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendukung produktivitas budidaya sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem di sekitar kawasan tambak. Penelitian ini memberikan informasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan oleh pembudidaya, pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam perencanaan pengembangan budidaya udang vaname di Kabupaten Pohuwato. Informasi mengenai tingkat kesesuaian lahan dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas lokasi, menyusun strategi pengelolaan tambak, serta mengidentifikasi kebutuhan perbaikan lingkungan.

Melalui penelitian ini, dosen FKTP UNG turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kelautan dan perikanan, khususnya terkait pengelolaan sumber daya lahan pesisir untuk kegiatan akuakultur yang produktif dan berkelanjutan.

Sumber: Asian Journal of Fisheries and Aquatic Research, Volume 28, Issue 6 (2026).DOI: https://doi.org/10.9734/ajfar/2026/v28i61100

Agenda

8 - 9 Oktober 2026

Akreditas Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan

Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.

2 - 4 Oktober 2026

KONASPI XII 2026 di Bali

Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.