
Gorontalo, 14 Oktober 2026 – Kolaborasi Dosen Fakultas Pertanian dan Dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan vermikompos sebagai pupuk organik dan cacing tanah sebagai pakan tambahan ikan lele. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam mengolah bahan organik menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian dan perikanan. Kegiatan tersebut dipublikasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Pemberdayaan Kelompok Tani Budi Makmur IX melalui Pemanfaatan Vermikompos sebagai Pupuk Tanaman dan Pakan Ikan Lele (Clarias sp.)” pada Jurnal Abdi Insani, Volume 13 Nomor 3. Artikel ini ditulis oleh Hasna Dama dari Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, serta Shindy Hamidah Manteu dan Arafik Lamadi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo.
Vermikompos merupakan pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan organik dengan bantuan cacing tanah. Bahan bakunya dapat berasal dari limbah sayuran dan material organik lainnya. Produk ini berpotensi menjadi alternatif pupuk yang ramah lingkungan karena dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Selain menghasilkan pupuk organik, proses vermikomposting juga menghasilkan biomassa cacing tanah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele. Pemanfaatan tersebut membuka peluang integrasi kegiatan pertanian dan perikanan melalui pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan melibatkan Kelompok Tani Budi Makmur IX. Pendekatan yang digunakan mencakup penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada prinsip vermikomposting, cara pembuatannya, serta pemanfaatan hasilnya untuk tanaman dan sebagai pakan tambahan ikan lele.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani memperoleh edukasi mengenai vermikomposting dan mampu menghasilkan pupuk alternatif serta pakan tambahan bagi ikan lele. Capaian ini menunjukkan pentingnya pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mempraktikkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Pemanfaatan vermikompos memberikan peluang bagi kelompok tani untuk mengoptimalkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Di sisi lain, pemanfaatan cacing tanah sebagai pakan tambahan ikan lele dapat menjadi alternatif dalam pengembangan usaha perikanan. Integrasi kedua kegiatan tersebut berpotensi mendukung efisiensi pemanfaatan sumber daya serta memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian dan perikanan.
Publikasi ini memperlihatkan kontribusi sivitas akademika UNG dalam mengembangkan inovasi berbasis masyarakat yang menghubungkan pertanian, pengelolaan limbah organik, dan budidaya perikanan. Pendekatan tersebut relevan untuk mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam memanfaatkan potensi lokal.
Ke depan, keberlanjutan program dapat diperkuat melalui pendampingan berkala, pengembangan produksi vermikompos, serta evaluasi manfaatnya terhadap pertumbuhan tanaman dan performa budidaya ikan lele. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kelompok tani lainnya.
Sumber: Jurnal Abdi Insani, Vol. 13 No. 3, Maret 2026.DOI: https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v13i3.3214
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.