Angkat Isu Food-Water-Land Nexus, Akademisi UNG Identifikasi Arah Baru Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan

Oleh: Veggy Arman . 5 November 2026 . 12:36:46

Gorontalo, 05 November 2026 – Kontribusi akademisi Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui publikasi ilmiah bertajuk “Navigating the Food-Water-Land Nexus: A Systematic Review of System Dynamics Applications and Future Directions.” Artikel ilmiah ini ditulis oleh Marleni Limonu, Sutianto Pratama Suherman, Dandi Hasan, dan Suparmin Fathan, yang seluruhnya berasal dari Universitas Negeri Gorontalo. Publikasi tersebut diterbitkan dalam jurnal internasional Asia Pacific Journal of Business Economics and Technology. Penelitian ini mengangkat isu penting mengenai keterkaitan antara pangan (food), air (water), dan lahan (land) atau dikenal dengan konsep Food-Water-Land Nexus. Konsep tersebut menekankan bahwa ketiga sumber daya memiliki hubungan yang saling bergantung, sehingga pengelolaannya tidak dapat dilakukan secara terpisah.

Dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan, peningkatan kebutuhan pangan, keterbatasan sumber daya air, serta tekanan terhadap penggunaan lahan membutuhkan pendekatan pengelolaan yang terintegrasi. Penelitian ini menyoroti bagaimana pendekatan System Dynamics dapat digunakan untuk memahami kompleksitas hubungan antarsumber daya sekaligus mengevaluasi dampak berbagai kebijakan pengelolaan dalam jangka panjang.

Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review berdasarkan kerangka PRISMA, para peneliti mengidentifikasi 79 dokumen publikasi periode 2016–2026 melalui basis data Scopus. Setelah melalui proses penyaringan, sebanyak 61 artikel dipertahankan, dengan 22 studi dikaji lebih lanjut melalui sintesis tematik terfokus.

Hasil kajian mengidentifikasi empat pendekatan metodologis utama dalam penerapan System Dynamics pada kajian Food-Water-Land Nexus, yaitu:

  • Participatory Modeling, pendekatan pemodelan partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan dalam memahami dan merumuskan persoalan pengelolaan sumber daya.
  • Hybrid Integration with Geographic Information Systems (GIS), integrasi pemodelan dinamika sistem dengan sistem informasi geografis untuk memperkuat analisis berbasis spasial.
  • Modular Modeling Architectures, pendekatan pemodelan modular yang memungkinkan hubungan antarkomponen sumber daya dianalisis secara lebih terstruktur.
  • Probabilistic Simulations, simulasi probabilistik untuk memahami ketidakpastian serta berbagai kemungkinan dampak kebijakan pengelolaan sumber daya.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan System Dynamics mampu membantu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat yang kompleks, umpan balik nonlinier, pertukaran kepentingan antarsumber daya (resource trade-offs), serta implikasi kebijakan dalam jangka panjang. Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan yang masih membatasi keandalan model, antara lain keterbatasan data longitudinal, resolusi spasial yang belum memadai, serta belum optimalnya representasi perilaku pemangku kepentingan dalam model simulasi.

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan model yang mengintegrasikan berbagai skala analisis (multiscale), memiliki representasi spasial yang lebih eksplisit, serta mempertimbangkan perilaku manusia dan pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Publikasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian pengelolaan sumber daya alam secara terpadu. Relevansinya juga sangat kuat bagi wilayah pesisir dan kepulauan, termasuk kawasan Teluk Tomini, yang menghadapi tantangan keterkaitan antara ketahanan pangan, ketersediaan air, pemanfaatan lahan, dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui publikasi ini, Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat kontribusi akademiknya dalam menghasilkan kajian ilmiah yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan landasan konseptual dan metodologis bagi perumusan kebijakan pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan.

Agenda

8 - 9 Oktober 2026

Akreditas Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan

Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.

2 - 4 Oktober 2026

KONASPI XII 2026 di Bali

Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.