Dosen dan Mahasiswa FKTP UNG Publikasikan Penelitian Keanekaragaman dan Kelimpahan Plankton di Perairan Kaisomaru

Oleh: Veggy Arman . 4 November 2026 . 11:27:13

Gorontalo, 4 November 2026 – Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kembali berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi penelitian mengenai kondisi ekologi perairan pesisir Gorontalo. Penelitian berjudul “Analisis Keanekaragaman dan Kelimpahan Plankton di Perairan Kaisomaru, Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo” telah diterbitkan dalam Jurnal Pengolahan dan Sumberdaya Akuatik (JPSDA), Volume 1 Nomor 2, Agustus 2026.

Artikel ilmiah tersebut ditulis oleh Dian Pakaya, Nurqadri Syaia Bakti, S.Pi., M.Agr.Sc, dan La Nane, S.Pi., M.Agr.Sc, yang seluruhnya berafiliasi dengan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2026 di kawasan pesisir Kaisomaru, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Kajian bertujuan menganalisis keanekaragaman dan kelimpahan plankton serta keterkaitannya dengan kondisi fisik-kimia perairan. Plankton merupakan komponen penting dalam ekosistem perairan karena berperan sebagai dasar rantai makanan dan dapat menjadi salah satu indikator kondisi lingkungan perairan.

Pengambilan data dilakukan pada tiga lokasi pengamatan yang berjarak sekitar 100 meter satu sama lain. Sampel air dikumpulkan menggunakan jaring plankton, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi komposisi jenis, kelimpahan, serta struktur komunitas fitoplankton. Penelitian juga mengukur sejumlah parameter lingkungan, meliputi suhu, salinitas, pH, dan kecerahan air. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 19 jenis fitoplankton yang berasal dari tiga kelas, yaitu Bacillariophyceae, Dinophyceae, dan Cyanophyceae. Kelas Bacillariophyceae menjadi kelompok yang paling banyak ditemukan di seluruh lokasi pengamatan. Dari keseluruhan sampel, tercatat populasi sebanyak 223 individu, dengan genus Aulacoseira sebagai genus paling melimpah, yakni sebanyak 21 individu.

Hasil analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') menunjukkan bahwa Lokasi 1 dan Lokasi 3 memiliki nilai 2,8 yang termasuk kategori sedang hingga tinggi. Kedua lokasi tersebut juga menunjukkan tingkat kemerataan yang tinggi, mendekati 1, serta dominasi yang rendah, yaitu 0,1. Sebaliknya, Lokasi 2 menunjukkan nilai keanekaragaman lebih rendah, yaitu 0,4, yang mengindikasikan adanya perbedaan kondisi ekologis dibandingkan dua lokasi lainnya.

Dari aspek kualitas perairan, hasil pengukuran menunjukkan suhu berkisar antara 30,9–31°C, salinitas 34–35‰, pH 7,3–7,6, serta kecerahan air 70–80 cm. Parameter tersebut secara umum masih berada dalam rentang yang mendukung kehidupan fitoplankton. Penelitian ini juga menggunakan analisis Principal Component Analysis (PCA) untuk memperjelas keterkaitan antara struktur komunitas fitoplankton dan faktor lingkungan pada setiap lokasi pengamatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi fisik-kimia perairan memiliki keterkaitan dengan pola keanekaragaman plankton, dengan Lokasi 3 menunjukkan kondisi yang relatif lebih baik.

Secara keseluruhan, perairan Kaisomaru masih tergolong produktif untuk mendukung kehidupan fitoplankton, meskipun terdapat variasi kualitas lingkungan antarlokasi. Rendahnya keanekaragaman di Lokasi 2 menjadi indikasi perlunya perhatian terhadap kemungkinan tekanan aktivitas manusia di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai kondisi ekologis perairan Kaisomaru yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan kualitas lingkungan pesisir secara berkala dan berkelanjutan. Data keanekaragaman plankton juga penting sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan wilayah pesisir, khususnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan produktivitas perairan.

Bagi FKTP UNG, publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik dosen dalam menghasilkan penelitian yang berorientasi pada potensi dan permasalahan lingkungan pesisir Gorontalo. Publikasi tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyediakan data dan informasi ilmiah sebagai dasar pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Artikel ini diterbitkan pada 31 Agustus 2026 dan dapat diakses melalui laman Jurnal Pengolahan dan Sumberdaya Akuatik di: Klik Disini..

Agenda

8 - 9 Oktober 2026

Akreditas Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan

Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.

2 - 4 Oktober 2026

KONASPI XII 2026 di Bali

Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.