Webinar Bahas Penataan Ruang Laut dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru

Oleh: Veggy Arman . 8 September 2026 . 10:59:36

Serang, 8 September 2026 – Upaya memperkuat pemahaman mengenai penataan ruang laut dan pengelolaan ekosistem karbon biru menjadi fokus dalam webinar bertajuk “Penataan Ruang Laut dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (DJPRL) pada Selasa, 8 September 2026.

Webinar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang penataan ruang laut, karbon biru, dan konservasi. Kegiatan dibuka oleh Santoso Budi Widiarto, S.Sos., M.P., Kepala Loka Penataan Ruang Laut Serang. Materi kemudian disampaikan oleh Tendy Kuhaja, S.Pi., M.T., Amehr Hakim, S.Pi., M.Si., Rian Prasetia, Ph.D, dan Aprizal Junaidi, S.Kel. Sementara itu, kegiatan dimoderatori oleh Yuli Deviyani Riadi, S.Si., M.Env.Mgmt.

Materi yang dibahas mencakup tata ruang karbon biru Indonesia, pembinaan penataan ruang laut dalam mendukung pengelolaan ekosistem karbon biru, pengembangan inisiatif karbon biru melalui sains dan kolaborasi, serta pembiayaan berkelanjutan untuk konservasi Indonesia. Selain itu, webinar turut membahas strategi pengelolaan ekosistem karbon biru lamun di tingkat desa dengan studi kasus Desa Tanjung Sungkai.

Topik tersebut memiliki relevansi kuat dengan bidang keilmuan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), khususnya dalam pengembangan kajian mengenai ekosistem pesisir dan laut, konservasi, tata ruang laut, serta pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Pengetahuan mengenai karbon biru juga menjadi bagian penting dalam memahami keterkaitan antara ekosistem pesisir, perubahan lingkungan, dan upaya pengelolaan laut berbasis sains.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dan sivitas akademika bidang kelautan memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan ruang laut yang tidak hanya mempertimbangkan aspek pemanfaatan, tetapi juga keberlanjutan ekosistem. Bagi mahasiswa FKTP UNG, isu karbon biru dapat menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan riset, khususnya terkait mangrove, lamun, ekosistem pesisir, konservasi, serta pengelolaan wilayah laut secara berkelanjutan.

Penataan ruang laut yang tepat dan pengelolaan ekosistem karbon biru yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan laut sekaligus mendukung keberlanjutan masyarakat pesisir.

Agenda

8 - 9 Oktober 2026

Akreditas Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan

Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.

2 - 4 Oktober 2026

KONASPI XII 2026 di Bali

Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.