
Gorontalo, 12 Desember 2025 — Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) bersama Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Gorontalo, yang dilaksanakan dalam rangka resource sharing penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program praktisi mengajar.
Penandatanganan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, drh. Iswan Haryanto, M.Si, bersama jajaran pimpinan FKTP UNG yaitu Dekan FKTP UNG Prof. Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, M.P dab Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Sri Nuryatin Hamzah, S.Kel., M.Si. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik kampus dengan pengalaman teknis dan regulasi karantina yang dimiliki lembaga pemerintah.
Dalam sambutannya, drh. Iswan Haryanto, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya formalitas, tetapi merupakan sinergi yang akan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset aplikatif, serta layanan pengabdian masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.Melalui program resource sharing, dosen dan mahasiswa FKTP UNG mendapatkan akses langsung pada laboratorium, fasilitas pemeriksaan karantina, data empirik, hingga bimbingan dari para ahli di BKHIT.
Bagi FKTP UNG, peluang ini semakin memperkokoh posisi fakultas sebagai pusat pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan tantangan profesi di masa kini. Lingkungan belajar menjadi lebih kaya karena mahasiswa dapat bersentuhan langsung dengan praktik karantina ikan dan hewan akuatik yang merupakan bagian vital dari ketahanan pangan dan keamanan hayati negara.
Kerja sama ini memberikan dampak strategis bagi masyarakat luas, terutama dalam upaya meningkatkan pengawasan mutu komoditas perikanan serta pencegahan penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan. Melalui riset kolaboratif dan program pengabdian, FKTP UNG bersama BKHIT Gorontalo akan mendorong penerapan teknologi dan edukasi yang lebih efektif untuk masyarakat pesisir dan pelaku usaha perikanan.
Di sisi lain, keberadaan program praktisi mengajar menjadikan proses pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kehadiran para ahli karantina sebagai pengajar akan membuka ruang pembelajaran berbasis pengalaman nyata, memperkaya kompetensi mahasiswa, serta meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.
Sinergi ini memperlihatkan bagaimana FKTP UNG terus memperluas jangkauan kerja sama strategis demi menciptakan ekosistem pendidikan yang modern, terintegrasi, dan dekat dengan dunia profesi—sebuah nilai penting bagi generasi muda yang sedang mempertimbangkan pilihan fakultas terbaik untuk meniti masa depan di bidang kelautan dan teknologi perikanan.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.
Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Civitas FPIK UNG akan dilaksanakan di Kabupaten Buol-Sulawesi Tengah. Pengabdian ini sebagai bentuk upaya penjajakan kerja sama dengan antara FPIK UNG dengan Pemerintah Kabupaten Buol Sulawesi Tengah