Riset FKTP UNG Kembangkan Bodyscrub Berbasis Nanokolagen dari Kulit Ikan Tuna Sirip Kuning

Oleh: Veggy Arman . 30 September 2026 . 11:36:41

Gorontalo, 30 September 2026 — Inovasi pemanfaatan hasil samping perikanan terus dikembangkan oleh sivitas akademika Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG). Salah satunya melalui penelitian yang memanfaatkan kulit ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebagai sumber nanokolagen untuk formulasi bodyscrub. Penelitian berjudul “Pengaruh Penambahan Nanokolagen Kulit Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) terhadap Tingkat Penerimaan Panelis pada Formula Bodyscrub” tersebut dilakukan oleh Fadlullah Wahid Harun, Nikmawatisusanti Yusuf, dan Fernandy M. Djailani. Para peneliti berasal dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan dan Jurusan Ilmu Kelautan FKTP UNG. Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam Jambura Fish Processing Journal Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026, dengan DOI 10.37905/jfpj.v8i1.30582. Publikasi tersebut juga tercantum pada laman resmi jurnal Universitas Negeri Gorontalo.

Ubah Kulit Tuna Menjadi Bahan Bernilai Tambah

Penelitian ini berangkat dari potensi kulit ikan tuna sirip kuning sebagai sumber kolagen. Dalam industri pengolahan perikanan, kulit ikan tuna masih dapat menjadi hasil samping yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengolahannya menjadi nanokolagen membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mendukung upaya pemanfaatan hasil samping perikanan secara lebih berkelanjutan. Nanokolagen yang dihasilkan dalam penelitian memiliki rendemen 1,4 persen, kadar protein 81,87 persen, kadar air 2,01 persen, dan kadar lemak 2,66 persen, dengan ukuran partikel berkisar 59,04–214,02 nanometer. Nanokolagen tersebut kemudian diaplikasikan dalam formulasi bodyscrub berbahan dasar antara lain bubur rumput laut Eucheuma cottonii, tepung beras, olive oil, propylene glycol, gliserin, dan akuades. Empat formula diuji, yakni kontrol tanpa nanokolagen (D1), penambahan 1 gram (D2), 2 gram (D3), dan 3 gram (D4).

Meliibatkan 20 Panelis

Untuk mengetahui tingkat penerimaan produk, penelitian melibatkan 20 panelis semi-terlatih menggunakan skala hedonik 1–9. Parameter yang dinilai mencakup aroma, warna, kenampakan, tekstur, serta kesan selama dan setelah penggunaan bodyscrub. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan nanokolagen tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap aroma dan warna. Namun, penambahan nanokolagen memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa karakteristik produk, termasuk kenampakan dan tekstur. Pada aspek tekstur, bodyscrub dengan nanokolagen cenderung menjadi lebih padat dan agak kasar seiring peningkatan konsentrasi nanokolagen. Penelitian juga menemukan adanya pengaruh signifikan terhadap kesan saat penggunaan produk.

Formula 2 Gram Raih Penerimaan Panelis Tertinggi

Berdasarkan abstrak penelitian, formula D3 dengan penambahan 2 gram nanokolagen menjadi formulasi dengan tingkat penerimaan panelis tertinggi, yang dicirikan oleh tekstur halus, aroma netral, dan kenyamanan saat digunakan. Temuan tersebut menunjukkan peluang pemanfaatan nanokolagen dari kulit tuna sebagai bahan tambahan dalam pengembangan produk kosmetik berbasis sumber daya perikanan. Penelitian menyimpulkan bahwa nanokolagen berpotensi digunakan untuk meningkatkan nilai hedonik dan kualitas formulasi bodyscrub. Inovasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa hasil samping pengolahan ikan tidak hanya dapat diarahkan pada produk pangan, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah di bidang kosmetik, sehingga memperluas pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan melalui riset dan inovasi.

Sumber : Klik Disini..

Agenda

8 - 9 Oktober 2026

Akreditas Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan

Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.

05 September - 07 Agustus 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.