
Gorontalo, 30 September 2026 — Pemanfaatan sumber daya mangrove terus dikembangkan tidak hanya untuk kepentingan konservasi ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai bahan potensial dalam pengolahan hasil perikanan. Hal tersebut ditunjukkan melalui penelitian yang dilakukan oleh Risky S. Maulanan, Lukman Mile, dan Fernandy M. Djailani dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG).
Penelitian yang diterbitkan dalam Applied Environmental Science Vol. 2 No. 2 tahun 2025 tersebut berjudul “Effectiveness of Water Extract of Mangrove Fruit Flour (Rhizophora mucronata) as a Natural Preservative in Skipjack Fish Fillets (Katsuwonus pelamis)”. Artikel ini diterbitkan pada 31 Januari 2025 dengan DOI 10.61511/aes.v2i2.2025.1616. Penelitian ini berangkat dari potensi perikanan tangkap Gorontalo, khususnya ikan cakalang, sekaligus kebutuhan terhadap bahan pengawet alami yang mengandung senyawa antimikroba. Peneliti memanfaatkan buah mangrove (Rhizophora mucronata) yang banyak ditemukan di kawasan Tracking Mangrove Desa Langge, Kabupaten Gorontalo Utara.
Dalam penelitian tersebut, buah Rhizophora mucronata dikeringkan dan diolah menjadi tepung. Tepung kemudian diekstraksi menggunakan air dengan pemanasan pada suhu 70°C selama 30 menit. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk merendam fillet ikan cakalang. Bahan ikan yang digunakan berupa fillet cakalang dengan kulit yang diperoleh dari TPI Tenda, Kota Gorontalo, sedangkan buah mangrove diperoleh dari Desa Lito, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. Penelitian berlangsung pada November 2023 hingga Mei 2024. Pengujian dilakukan dengan beberapa parameter, yakni organoleptik, pH, dan Total Plate Count (TPC) untuk melihat perubahan kualitas serta jumlah bakteri pada ikan setelah perlakuan perendaman. Perlakuan perendaman yang digunakan adalah 10, 12, dan 14 jam.
Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak tepung buah Rhizophora mucronata mengandung alkaloid dan triterpenoid. Kedua kelompok senyawa tersebut dalam penelitian dikaitkan dengan aktivitas antibakteri yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada bahan pangan. Peneliti menjelaskan bahwa keberadaan senyawa tersebut menjadi salah satu dasar pemanfaatan ekstrak buah mangrove sebagai bahan pengawet alami pada ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan alkaloid dan triterpenoid dapat membantu menahan pertumbuhan bakteri pembusuk pada daging ikan.
Salah satu hasil penting penelitian terlihat pada pengujian Total Plate Count (TPC). Nilai TPC pada ikan tanpa perendaman tercatat sekitar 27,09 × 10³, kemudian turun menjadi 15,39 × 10³ setelah perendaman 10 jam dan 8,38 × 10³ setelah 12 jam. Pada perendaman 14 jam, nilai TPC tercatat 10,82 × 10³. Hasil tersebut menunjukkan adanya penurunan jumlah bakteri setelah ikan direndam dalam ekstrak buah mangrove, dengan nilai TPC terendah tercatat pada perlakuan 12 jam.
Selain aspek mikrobiologis, penelitian juga mengamati kualitas ikan melalui parameter penampakan, aroma, dan tekstur. Pada parameter aroma, seluruh perlakuan perendaman menunjukkan nilai yang relatif sama dan masih berada pada karakteristik aroma segar. Peneliti menyatakan bahwa keberadaan senyawa antibakteri dalam ekstrak mangrove dapat membantu menghambat aktivitas mikroorganisme yang berkontribusi terhadap penurunan mutu aroma ikan. Sementara itu, parameter tekstur menunjukkan adanya perubahan seiring dengan lama perendaman. Nilai tekstur pada perlakuan 0 jam lebih tinggi dibandingkan perlakuan perendaman 10, 12, dan 14 jam. Hal ini menunjukkan bahwa lama perendaman perlu menjadi pertimbangan dalam penerapan ekstrak buah mangrove sebagai bahan pengawet. Hasil pengukuran pH menunjukkan nilai berkisar 5,46–6,04, dengan kecenderungan pH menurun seiring bertambahnya lama perendaman. Penelitian menyebut seluruh perlakuan berada pada kondisi asam.
Penelitian ini memperlihatkan potensi pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan alami dalam teknologi pengawetan ikan. Temuan tersebut juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung pengembangan teknologi pascapanen hasil perikanan. Dalam abstraknya, peneliti menyebut perendaman 10 jam sebagai waktu optimal berdasarkan indikator kualitas organoleptik, aroma, dan tekstur, sementara hasil TPC menunjukkan kemampuan ekstrak dalam menahan pertumbuhan bakteri hingga periode perendaman yang lebih panjang. Menariknya, bagian kesimpulan artikel menyatakan bahwa ekstrak buah Rhizophora mucronata dapat memberikan daya tahan hingga 14 jam berdasarkan parameter aroma, sementara perubahan penampakan dan tekstur tetap terjadi akibat proses oksidasi kimia. Kesimpulan juga menyebut nilai TPC dapat dipertahankan hingga 14 jam dalam larutan ekstrak dengan kondisi pH asam.
Temuan tersebut memperkuat keterkaitan antara ekosistem mangrove dan inovasi pengolahan hasil perikanan, sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan alami lokal dapat menjadi salah satu arah pengembangan teknologi pengawetan yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini juga menjadi bagian dari kontribusi akademik FKTP UNG dalam mengembangkan inovasi berbasis sumber daya kelautan dan perikanan, khususnya pemanfaatan potensi lokal Gorontalo untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk perikanan.
Sumber: Maulanan, R. S., Mile, L., & Djailani, F. M. (2025). Effectiveness of Water Extract of Mangrove Fruit Flour (Rhizophora mucronata) as a Natural Preservative in Skipjack Fish Fillets (Katsuwonus pelamis). Applied Environmental Science, 2(2), 79–92.
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.