
Gorontalo, 25 September 2026 — Pemanfaatan sumber daya pangan lokal menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tolomato, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, melalui pemberdayaan perempuan dalam mengolah buah pepaya menjadi produk pangan bernilai jual.
Kegiatan tersebut dituangkan dalam artikel berjudul “Peningkatan Peran Perempuan Dalam Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sumber Daya di Desa Tolomato” yang diterbitkan dalam Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat). Artikel ini ditulis oleh Lilan Dama, Rieny Sulistijowati, dan Nazwa Bagtayan dari Universitas Negeri Gorontalo.
Perempuan Menjadi Bagian Penting Ketahanan PanganPenelitian sekaligus kegiatan pengabdian tersebut menempatkan perempuan sebagai salah satu aktor penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan desa. Perempuan tidak hanya berperan dalam pengelolaan makanan, tetapi juga memiliki potensi untuk mengembangkan bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Desa Tolomato memiliki sumber daya alam yang cukup potensial, terutama dari sektor pertanian dan hortikultura. Namun, artikel tersebut mencatat masih terdapat tantangan berupa keterbatasan akses teknologi, pengetahuan modern, serta rendahnya nilai tambah terhadap produk lokal.
Kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya program yang menggabungkan kearifan lokal, pengolahan pangan, konsep value added product, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.
Pepaya Diolah Menjadi SambalSalah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pelatihan pengolahan buah pepaya menjadi sambal pepaya. Buah pepaya yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga diperkenalkan sebagai bahan baku produk pangan inovatif yang berpotensi memiliki nilai jual.
Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan community engagement dalam rangka KKN Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo. Tahap kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai peluang pemanfaatan bahan pangan lokal, tetapi juga melakukan praktik secara langsung. Prosesnya mencakup pemilihan bahan, peracikan bumbu, pengolahan, hingga pengemasan sederhana agar produk lebih menarik dan layak dikembangkan sebagai produk usaha.
Digelar di Aula Desa TolomatoKegiatan pengabdian dilaksanakan pada 4 September 2025 di Aula Desa Tolomato, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan merupakan bagian dari KKN Tematik Tahap II UNG dengan tema “Peningkatan Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan melalui Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal.”
Peserta kegiatan terdiri atas ibu rumah tangga, pelaku UMKM, perangkat desa, mahasiswa KKN, serta dosen pembimbing. Selain pelatihan pengolahan sambal pepaya, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai digital marketing sebagai strategi pemasaran produk di era digital.
Digital Marketing Buka Akses Pasar Lebih LuasSelain keterampilan pengolahan pangan, kegiatan memperkenalkan pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk mendukung promosi produk.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengolah pepaya menjadi produk yang memiliki nilai jual serta keterampilan dasar pemasaran digital. Masyarakat juga didorong untuk melihat bahan pangan lokal bukan sekadar sebagai bahan konsumsi, tetapi sebagai sumber peluang ekonomi.
Menurut pembahasan dalam artikel, pemanfaatan platform digital dapat membantu perempuan memperluas akses kepada konsumen sekaligus menekan biaya promosi. Dengan demikian, perempuan tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga berpeluang terlibat dalam pengelolaan usaha.
Dorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi DesaPemanfaatan pepaya sebagai bahan baku produk olahan juga dikaitkan dengan upaya diversifikasi pangan dan pengurangan ketergantungan terhadap produk dari luar desa. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, produk sambal pepaya dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Untuk menjaga keberlanjutan program, tim pengabdian mendorong pembentukan kelompok kecil perempuan yang dapat memproduksi olahan pangan secara rutin. Kegiatan tersebut juga dapat diintegrasikan dengan program PKK atau dasawisma. Tim turut menyediakan buku kecil berisi resep dan cara pengolahan sebagai panduan bagi masyarakat.
Artikel menyimpulkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan potensi lokal dapat memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan desa. Pengembangan kualitas dan variasi produk, pemasaran digital, pembentukan kelembagaan usaha perempuan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Identitas PublikasiJudul: Peningkatan Peran Perempuan Dalam Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sumber Daya di Desa TolomatoPenulis: Lilan Dama, Rieny Sulistijowati, Nazwa BagtayanJurnal: Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat)Lokasi kegiatan: Desa Tolomato, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, GorontaloTema: Pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, kearifan lokal, produk pangan lokal, dan digital marketing.
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.