
Gorontalo, 26 September 2026 – Sumber daya hayati laut di perairan Gorontalo terus menjadi objek penelitian sivitas akademika Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui penelitian berjudul “Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Teripang Hitam (Holothuria atra) dengan Pelarut Berbeda” yang mengkaji kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan teripang hitam dari perairan Desa Lamu.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Muhammad Andika, Lukman Mile, dan Iin Susilawati Lantu dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, FKTP UNG. Artikel ini diterbitkan dalam Jambura Fish Processing Journal (JFPJ), Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026, halaman 36–48, dengan DOI 10.37905/jfpj.v8i1.30150.
Menguji Tiga Jenis PelarutPenelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengambilan dan preparasi sampel, ekstraksi menggunakan metode maserasi, uji fitokimia, hingga pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Sampel teripang hitam diambil dari perairan Gorontalo sebanyak 6 kilogram, kemudian diekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut dengan karakteristik berbeda, yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan.
Penggunaan pelarut yang berbeda menghasilkan rendemen ekstrak yang berbeda pula. Rendemen ekstrak metanol mencapai 45 persen, etil asetat 27,5 persen, dan n-heksan 32,5 persen. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya perbedaan kandungan senyawa bioaktif pada masing-masing ekstrak.
Ditemukan Beragam Senyawa BioaktifHasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung flavonoid, alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Sementara itu, ekstrak etil asetat teridentifikasi mengandung flavonoid dan alkaloid, sedangkan ekstrak n-heksan mengandung alkaloid dan fenol. Penelitian juga mencatat bahwa tidak ditemukan senyawa steroid pada ketiga ekstrak yang diuji.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan pelarut berpengaruh terhadap jenis senyawa bioaktif yang berhasil diekstraksi dari Holothuria atra. Peneliti menggunakan metanol sebagai pelarut polar, etil asetat sebagai pelarut semipolar, dan n-heksan sebagai pelarut nonpolar.
Ekstrak Metanol Menunjukkan Aktivitas Antioksidan Sangat KuatPengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan hasil yang berbeda pada ketiga jenis ekstrak. Ekstrak metanol menghasilkan nilai IC50 sebesar 29,18 ppm dan dikategorikan sebagai aktivitas antioksidan sangat kuat. Sementara itu, ekstrak etil asetat memiliki nilai IC50 76,67 ppm dan ekstrak n-heksan 68,81 ppm, yang keduanya termasuk kategori kuat.
Menurut penelitian, kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, dan saponin pada ekstrak metanol turut dikaitkan dengan aktivitas antioksidannya. Peneliti menggunakan nilai IC50 sebagai parameter untuk melihat kemampuan ekstrak dalam menetralkan radikal bebas DPPH.
Membuka Peluang Pemanfaatan Sumber Daya Hayati LautPenelitian ini memperlihatkan bahwa teripang hitam yang berasal dari perairan Desa Lamu memiliki kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan yang dapat dikaji lebih lanjut. Dalam pendahuluannya, peneliti menyebut potensi senyawa bioaktif teripang untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk sebagai bahan baku yang berpotensi dimanfaatkan dalam sektor biofarmasi.
Bagi FKTP UNG, penelitian ini menjadi salah satu bentuk pengembangan kajian sumber daya hayati laut berbasis sains, khususnya dalam bidang pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan senyawa bioaktif organisme laut. Kajian tersebut juga memperlihatkan peluang untuk mengembangkan sumber daya lokal menjadi objek penelitian bernilai tambah, dengan tetap didukung oleh penelitian lanjutan untuk mengetahui potensi dan pemanfaatannya secara lebih mendalam.
Penelitian ini menegaskan bahwa kekayaan laut Gorontalo tidak hanya memiliki nilai sebagai sumber daya perikanan, tetapi juga menyimpan potensi senyawa bioaktif yang dapat terus dieksplorasi melalui riset kelautan dan perikanan.
Sumber: Jambura Fish Processing Journal, Vol. 8 No. 1 (2026), hlm. 36–48. DOI: 10.37905/jfpj.v8i1.30150.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.
Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Civitas FPIK UNG akan dilaksanakan di Kabupaten Buol-Sulawesi Tengah. Pengabdian ini sebagai bentuk upaya penjajakan kerja sama dengan antara FPIK UNG dengan Pemerintah Kabupaten Buol Sulawesi Tengah