
Gorontalo – Penelitian tentang struktur komunitas mangrove di pesisir Teluk Tomini, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, tidak hanya mengungkap kondisi ekosistem, tetapi juga diarahkan pada upaya mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
Penelitian yang dilakukan oleh Fauzia Zees, Rieny Sulistijowati S, dan Lukman Mile dari Universitas Negeri Gorontalo ini secara khusus bertujuan menganalisis jenis mangrove yang dominan sebagai dasar pengembangan budidaya. Fokus tersebut dinilai penting karena jenis mangrove yang dominan memiliki ketersediaan yang melimpah, sehingga lebih potensial untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian ini juga merupakan bagian dari program yang didanai melalui hibah riset BIMA Dikti Saintek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Ceriops tagal menjadi spesies yang paling dominan di beberapa lokasi pengamatan, terutama di Desa Dulangeya. Dominasi ini terlihat dari tingginya nilai kerapatan, frekuensi, dan dominansi dibandingkan jenis lainnya. Kondisi tersebut menandakan bahwa Ceriops tagal memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan setempat serta peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan.
Para peneliti menegaskan bahwa jenis mangrove yang dominan inilah yang perlu diprioritaskan untuk dibudidayakan. Selain lebih mudah tumbuh dan tersedia dalam jumlah besar, pemanfaatannya dinilai tidak akan mengganggu keseimbangan ekosistem apabila dilakukan secara terencana.
Salah satu potensi pemanfaatan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pengolahan buah mangrove menjadi tepung alternatif. Inovasi ini dinilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya bagi masyarakat pesisir.
Pakar ahli pengolahan hasil perikanan, Prof. Rieny Sulistijowati, mengungkapkan bahwa potensi gangguan rantai pasok pangan akibat konflik perang Teluk perlu diantisipasi sejak dini melalui penguatan sumber pangan lokal. Menurutnya, pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan alternatif dapat menjadi solusi adaptif yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global.
Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran ilmiah tentang struktur komunitas mangrove di Teluk Tomini, tetapi juga menawarkan arah pemanfaatan yang inovatif dan berkelanjutan. Pengembangan budidaya mangrove berbasis jenis dominan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir di Gorontalo.
Artikel lengkap penelitian ini dapat diakses melalui link berikut : Klik Disini!!!
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.
Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Civitas FPIK UNG akan dilaksanakan di Kabupaten Buol-Sulawesi Tengah. Pengabdian ini sebagai bentuk upaya penjajakan kerja sama dengan antara FPIK UNG dengan Pemerintah Kabupaten Buol Sulawesi Tengah