
GORONTALO — Laut menyimpan begitu banyak keajaiban, salah satunya adalah pari manta, kelompok ikan bertulang rawan yang dikenal karena ukurannya yang besar, gerakannya yang anggun, serta kemampuan kognitifnya yang menarik perhatian para ilmuwan.
Salah satu fakta yang membuat pari manta begitu istimewa adalah ukuran otaknya yang merupakan yang terbesar di antara ikan. Penelitian mengenai giant manta ray menunjukkan bahwa hewan ini memiliki tingkat perkembangan otak (encephalization quotient) yang tinggi dibandingkan banyak jenis ikan lainnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan para peneliti tertarik mempelajari kemampuan kognitif pari manta.
Ketika Manta Berhadapan dengan CerminKeistimewaan pari manta semakin menarik ketika para peneliti mengamati perilakunya saat berhadapan dengan cermin.
Dalam penelitian yang dilakukan terhadap dua individu giant manta ray, para peneliti menemukan adanya gerakan berulang dan perilaku yang diarahkan pada tubuhnya sendiri ketika berada di depan cermin. Perilaku tersebut ditafsirkan sebagai bentuk contingency checking dan self-directed behaviour yang dapat menjadi petunjuk adanya kemampuan kognitif tingkat tinggi.
Namun, apakah hal tersebut berarti pari manta benar-benar memiliki kesadaran diri?
Pertanyaan tersebut masih menjadi bahan diskusi ilmiah. Peneliti lain kemudian mengingatkan bahwa perilaku yang terlihat dalam eksperimen cermin juga dapat memiliki penjelasan lain, termasuk perilaku sosial. Karena itu, bukti yang ada lebih tepat disebut sebagai indikasi kemampuan kognitif yang kompleks, bukan bukti final tentang kesadaran diri.
Hal inilah yang membuat pari manta semakin menarik untuk dipelajari. Hewan yang selama ini mungkin hanya dipandang sebagai ikan berukuran besar ternyata memiliki sistem saraf dan perilaku yang jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan.
Raksasa Laut yang Menghadapi AncamanDi balik keistimewaannya, pari manta menghadapi berbagai tekanan akibat aktivitas manusia.
Giant manta ray (Mobula birostris) merupakan pari terbesar di dunia dengan bentang tubuh yang dapat mencapai sekitar 26 kaki atau hampir 8 meter. Spesies ini tumbuh relatif lambat dan memiliki tingkat reproduksi yang rendah, sehingga populasinya rentan terhadap tekanan penangkapan.
Ancaman utama terhadap manta antara lain penangkapan yang ditargetkan, tangkapan sampingan (bycatch), penangkapan berlebih, serta perdagangan lempeng insang (gill plates). Aktivitas perikanan menggunakan jaring insang, rawai, dan pukat juga dapat menyebabkan manta tertangkap secara tidak sengaja.
Selain itu, gangguan akibat aktivitas kapal, sampah laut, keterikatan pada alat tangkap, dan perubahan kondisi lingkungan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya konservasi pari manta. Keberadaan pari manta bukan sekadar tentang keunikan seekor ikan dengan tubuh raksasa dan otak yang luar biasa. Manta merupakan bagian dari keanekaragaman hayati laut yang perlu dipahami dan dilindungi.
Bagi masyarakat pesisir dan nelayan, upaya menjaga manta dapat dilakukan dengan mengurangi risiko penangkapan dan perdagangan ilegal, menerapkan penanganan yang tepat ketika manta tertangkap sebagai bycatch, serta menjaga habitat laut dari sampah dan aktivitas yang merusak.
Bagi mahasiswa dan akademisi kelautan, pari manta juga menjadi contoh menarik bahwa kajian ekosistem laut tidak hanya berbicara tentang struktur dan fungsi ekosistem, tetapi juga tentang perilaku, kecerdasan, dan interaksi satwa dengan lingkungan serta manusia.
Sumber : Klik Disini..
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.