
Gorontalo, 5 Mei 2025 — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D secara resmi meresmikan Laboratorium Maritim Terpadu Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dalam sebuah seremoni yang berlangsung penuh antusiasme.
Acara peresmian yang digelar di kampus UNG ini turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Staf Khusus Menteri, para Rektor dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Gorontalo.
Dalam pengantar kata, Rektor UNG menyampaikan bahwa Laboratorium Maritim Terpadu ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir. Fasilitas ini akan digunakan untuk riset kelautan, pengembangan teknologi perikanan, serta pelatihan bagi mahasiswa dan masyarakat nelayan.
Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar ISmail, MM, dalam sambutannya, menyatakan kebanggaannya atas kehadiran Laboratorium Maritim Terpadu ini di Provinsi Gorontalo. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan sektor kelautan.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut baik kehadiran laboratorium ini sebagai langkah maju dalam pengembangan sumber daya manusia dan riset berbasis potensi laut daerah. Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan masyarakat pesisir dan nelayan lokal,” ujar Pak Gusnar.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif UNG dalam membangun fasilitas maritim yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset kelautan di Indonesia Timur.
“Laboratorium ini akan menjadi pusat inovasi dan riset yang strategis, tidak hanya bagi UNG, tetapi juga bagi pengembangan potensi maritim dan perikanan di kawasan timur Indonesia,” ujar Prof Brian dalam pidatonya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan riset dan inovasi kelautan yang berbasis pada potensi lokal serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.