
Gorontalo, 5 Oktober 2026 - Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo mengikuti praktikum mata kuliah Konservasi Sumberdaya Hayati Laut dengan materi transplantasi lamun menggunakan metode frame dan ikat karung. Kegiatan praktikum ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung teknik rehabilitasi ekosistem lamun. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai fungsi dan pentingnya ekosistem lamun, tetapi juga belajar mengenai penerapan metode konservasi secara langsung di lapangan.
Dalam praktikum, mahasiswa diperkenalkan dengan dua metode transplantasi, yaitu metode frame dan metode ikat karung. Kedua metode tersebut digunakan sebagai media untuk membantu mempertahankan posisi bahan transplantasi lamun agar dapat beradaptasi dan tumbuh pada lokasi penanaman. Metode frame memanfaatkan kerangka sebagai media penempatan atau pengikatan lamun sehingga bahan transplantasi dapat tersusun dan tetap berada pada lokasi yang telah ditentukan. Sementara itu, metode ikat karung menggunakan media karung yang diikat untuk membantu mempertahankan posisi lamun pada substrat.
Pemilihan metode dalam kegiatan rehabilitasi lamun perlu mempertimbangkan kondisi lokasi, karakteristik substrat, dinamika perairan, serta jenis lamun yang digunakan. Penelitian mengenai transplantasi Enhalus acoroides di Indonesia menunjukkan bahwa kondisi lingkungan, termasuk dinamika gelombang, kekeruhan, dan karakteristik substrat, dapat memengaruhi keberhasilan transplantasi lamun. Ejournal Portal
Praktikum ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami bahwa konservasi sumberdaya hayati laut tidak hanya dilakukan melalui perlindungan kawasan, tetapi juga dapat melibatkan upaya rehabilitasi ekosistem yang mengalami degradasi. Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut dangkal dan membentuk ekosistem penting bagi berbagai organisme. Ekosistem lamun juga memiliki keterkaitan dengan produktivitas perairan dan keberadaan biota yang berasosiasi di dalamnya. Pengamatan ekosistem lamun di sejumlah wilayah Indonesia, misalnya, dilakukan melalui pendekatan transek dan frame untuk mengetahui jenis, kerapatan, serta tutupan lamun. Ejournal Balitbang
Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami tahapan dasar transplantasi, mulai dari persiapan media, penempatan bahan transplantasi, pengikatan, hingga pentingnya melakukan pemantauan terhadap kondisi lamun setelah ditransplantasikan. Pembelajaran melalui praktik secara langsung diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan pendekatan ilmiah untuk mendukung pengelolaan sumberdaya hayati laut secara berkelanjutan.
Melalui mata kuliah Konservasi Sumberdaya Hayati Laut, FKTP UNG terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan lapangan, dan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem laut.
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.