
Gorontalo — Aktivitas pendaratan ikan di Pelabuhan Perikanan Tenda Gorontalo menjadi objek penelitian untuk menginventarisasi jenis dan volume hasil tangkapan nelayan kapal bersurat. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai komposisi ikan yang didaratkan serta volume hasil tangkapan selama periode Juni–Juli 2025 sebagai data awal untuk mendukung pemantauan sumber daya ikan di Teluk Tomini.
Penelitian berjudul “Inventarisasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Kapal Bersurat di Pelabuhan Perikanan Tenda Gorontalo” diterbitkan dalam Nikè: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Volume 14 Issue 2, Juni 2026. Penelitian ini ditulis oleh Ridha Hiola, Sitti Nursinar, Agustina, dan Zihan Tahir, dari Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Universitas Negeri Gorontalo.
Menginventarisasi Hasil Tangkapan Kapal BersuratPenelitian dilakukan di UPTD Pelabuhan Perikanan Tenda Gorontalo, Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, pada Juni hingga Juli 2025. Kapal bersurat yang menjadi objek penelitian merupakan kapal dengan izin operasi dari pemerintah pusat yang beroperasi di wilayah perairan lebih dari 12 mil laut dari garis pantai.
Selama periode penelitian tercatat 57 trip pendaratan pada Juni dan 50 trip pada Juli, yang berasal dari sekitar 50 unit kapal berbeda. Sebanyak 39 kapal aktif mendarat pada Juni dan 30 kapal pada Juli, dengan 19 kapal beroperasi pada kedua bulan tersebut. Armada yang diamati memiliki ukuran sekitar 10–38 GT dan menggunakan alat tangkap pukat cincin (purse seine) skala kecil/mini yang dioperasikan di sekitar rumpon.
Pengamatan dilakukan terhadap seluruh kapal bersurat yang mendarat selama periode penelitian atau menggunakan metode sensus/total sampling. Data diperoleh melalui observasi langsung proses bongkar muat, pencatatan jenis dan volume ikan, serta wawancara dengan nelayan dan pedagang ikan.
Lima Jenis Ikan DitemukanHasil identifikasi menunjukkan terdapat lima jenis ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Tenda Gorontalo, yaitu:
Madidihang (Thunnus albacares)Cakalang (Katsuwonus pelamis)Tongkol pisang (Auxis thazard)Layang deles (Decapterus macrosoma)Selar bentong (Selar sp.)Kelima jenis tersebut berasal dari dua famili, yakni Scombridae dan Carangidae.
Komposisi tersebut menunjukkan keberadaan kelompok ikan pelagis besar dan kecil dalam hasil pendaratan. Madidihang, cakalang, dan tongkol pisang termasuk kelompok Scombridae, sementara layang deles dan selar bentong termasuk Carangidae.
Selar Bentong Menjadi Hasil Tangkapan TerbesarPada Juni 2025, total hasil tangkapan yang didaratkan mencapai 108.587 kilogram dari 57 trip pendaratan.
Selar bentong menjadi jenis dengan volume tertinggi, yakni 46.667 kg atau 42,97 persen. Posisi berikutnya adalah layang deles sebanyak 39.974 kg atau 36,81 persen. Sementara itu, madidihang tercatat sebanyak 10.552 kg, cakalang 6.632 kg, dan tongkol pisang 4.762 kg.
Dengan demikian, selar bentong dan layang deles secara bersama-sama menyumbang hampir 80 persen dari total hasil tangkapan pada Juni. Penelitian mengaitkan dominasi ikan pelagis kecil tersebut dengan perilaku hidup bergerombol (schooling), tetapi hubungan dengan kelimpahan plankton belum dapat dipastikan karena penelitian tidak melakukan pengukuran plankton secara langsung.
Pola Serupa Berlanjut pada JuliPada Juli 2025, total hasil tangkapan yang tercatat mencapai 103.110 kg dari 50 trip pendaratan.
Selar bentong kembali menjadi jenis dengan hasil tangkapan terbesar, mencapai 48.996 kg atau 47,81 persen. Layang deles berada di posisi berikutnya dengan 38.164 kg atau 37,24 persen. Cakalang tercatat 8.389 kg, madidihang 6.632 kg, sedangkan tongkol pisang hanya 929 kg atau 0,91 persen.
Pola dominasi tersebut relatif konsisten dengan bulan sebelumnya. Namun, penelitian menekankan bahwa perbedaan total hasil tangkapan antarbulan tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan perubahan kelimpahan atau ketersediaan stok ikan, karena jumlah trip pendaratan pada Juni dan Juli berbeda. Analisis seperti Catch Per Unit Effort (CPUE) diperlukan untuk menilai produktivitas penangkapan secara lebih tepat.
Data Penting untuk Pengelolaan Perikanan Teluk TominiPenelitian ini memiliki arti penting dalam penyediaan data dasar mengenai sumber daya ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Tenda Gorontalo. Data komposisi jenis dan volume hasil tangkapan dapat menjadi informasi awal bagi UPTD Pelabuhan Perikanan Tenda Gorontalo dan instansi terkait dalam melakukan pemantauan serta menyusun strategi pengelolaan sumber daya ikan pelagis di Teluk Tomini.
Penelitian juga menegaskan bahwa data pendaratan perlu dikembangkan dalam periode pengamatan yang lebih panjang. Para peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan dengan cakupan waktu minimal satu tahun untuk melihat pola musiman hasil tangkapan secara lebih komprehensif, disertai analisis aspek biologi seperti hubungan panjang-berat, tingkat kematangan gonad, dan struktur umur populasi.
Judul: Inventarisasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Kapal Bersurat di Pelabuhan Perikanan Tenda GorontaloPenulis: Ridha Hiola, Sitti Nursinar, Agustina, Zihan TahirJurnal: Nikè: Jurnal Ilmiah Perikanan dan KelautanVolume: 14, Issue 2Terbit: Juni 2026DOI: 10.37905/nj.v14i2.40077Afiliasi: Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Universitas Negeri Gorontalo