Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Budidaya Nila Sistem Bioflok dan Promosi Digital

Oleh: Veggy Arman . 25 September 2026 . 09:47:00

Gorontalo, 25 September 2026 — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui inovasi budidaya perikanan. Salah satunya melalui program pengabdian kepada masyarakat yang mengembangkan budidaya ikan nila berbasis teknologi bioflok sekaligus memperkenalkan strategi promosi dan edukasi digital kepada pelaku usaha perikanan di Gorontalo.

Kegiatan tersebut dituangkan dalam artikel berjudul “Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan Nila: Promosi Digital Inovasi Budidaya Ikan Nila” yang diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026, halaman 47–56. Artikel tersebut memiliki DOI 10.37905/phar.soc.v5i1.35719.

Penelitian/kegiatan pengabdian ini ditulis oleh Abdul Wahab Thomas, Agustina, Muhammad Akram Mursalim, Siti Mayasari Pakaya, Intan Tiara Kartika, Martarisa H. Kai, dan Apriyanto Dilo. Para penulis berasal dari Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Negeri Gorontalo.

Menggabungkan Teknologi Bioflok dan Literasi DigitalProgram ini dilaksanakan bersama mitra usaha Sikofish Gorontalo, sebuah unit usaha mikro yang berlokasi di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango dan bergerak dalam pembenihan ikan nila. Mitra juga tengah mengembangkan sistem budidaya bioflok secara mandiri.

Program dirancang untuk menjawab sejumlah kendala yang dihadapi pembudidaya kecil, seperti keterbatasan lahan, tingginya biaya pakan, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi budidaya modern.

Teknologi bioflok menjadi salah satu inovasi yang diterapkan. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah senyawa nitrogen anorganik menjadi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan alami bagi ikan. Artikel juga menyebutkan bahwa penelitian terdahulu yang menjadi rujukan menunjukkan teknologi bioflok berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan, mengurangi limbah budidaya, dan mendukung pertumbuhan ikan nila.

Lima Tahapan ProgramPelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dan dilakukan melalui lima tahapan utama.

Pertama, sosialisasi program dan penjajakan kesiapan mitra melalui pertemuan serta observasi sarana produksi, kolam bioflok, dan kemampuan digital anggota.

Kedua, pelatihan teknis dan edukasi budidaya bioflok dengan pendekatan learning by doing. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi dan edukasi, serta dokumentasi video budidaya.

Ketiga, penerapan teknologi dan inovasi digital, melalui pembuatan serta pengelolaan akun resmi Sikofish di berbagai platform.

Keempat, pendampingan dan evaluasi berkala, termasuk bimbingan produksi konten, analisis performa media digital, serta konsultasi teknis budidaya.

Kelima, perencanaan keberlanjutan program melalui transfer keterampilan, penyusunan SOP internal, penguatan jejaring, dan pengembangan sumber pendapatan mandiri.

Pengetahuan Budidaya Meningkat hingga 80 PersenHasil program menunjukkan perubahan pada kemampuan teknis mitra. Berdasarkan tabel capaian dalam artikel, pemahaman anggota mengenai manajemen kualitas air, pakan, dan prosedur bioflok yang sebelumnya rata-rata berada di bawah 40 persen meningkat hingga 80 persen setelah program.

Kemampuan praktis juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya anggota belum mampu mengelola dan memonitor kolam bioflok secara mandiri, setelah pendampingan mereka dinyatakan mampu melakukan pengelolaan kolam serta melakukan monitoring kualitas air secara rutin.

Hasil Panen MeningkatDari sisi produktivitas, hasil panen ikan nila per kolam dalam satu siklus yang sebelumnya berada pada kisaran 50–70 kg, meningkat menjadi 85–100 kg setelah pelaksanaan program.

Tingkat kelangsungan hidup ikan juga dilaporkan meningkat dari 60 persen menjadi 80 persen. Data tersebut menjadi salah satu indikator capaian program dalam aspek teknis budidaya.

Sikofish Mulai Memanfaatkan Tiga Platform DigitalTidak hanya aspek budidaya, program juga memperkuat kapasitas digital mitra.

Sikofish berhasil memiliki akun YouTube, Instagram, dan WhatsApp Business sebagai sarana edukasi, promosi, serta komunikasi dengan konsumen. Sebelumnya, mitra belum memanfaatkan media sosial secara optimal.

Melalui kanal YouTube @sikofishgorontalo, diproduksi video edukasi yang membahas budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Selama program, sebanyak empat video edukasi berhasil diproduksi dengan konsep naratif dan informatif.

Sementara itu, akun Instagram @sikofishgorontalo digunakan sebagai etalase digital untuk memperkenalkan usaha dan produk. Dalam dua bulan pertama, akun tersebut mempublikasikan sembilan konten, antara lain foto hasil panen, tips budidaya bioflok, video edukasi, dan pengenalan Sikofish.

WhatsApp Business Perluas Layanan KonsultasiPemanfaatan WhatsApp Business juga menjadi bagian penting dalam penguatan layanan. Akun tersebut dilengkapi katalog yang memuat informasi mengenai harga benih ikan nila, ikan konsumsi, dan jasa konsultasi budidaya.

Fitur auto-reply turut digunakan untuk memberikan respons awal terkait harga, ketersediaan stok, dan jam layanan. Menurut artikel, integrasi WhatsApp Business dengan Instagram dan YouTube membuat komunikasi dengan konsumen menjadi lebih terstruktur. Bahkan, beberapa calon pembudidaya dari luar daerah mulai menggunakan kanal tersebut untuk berkonsultasi.

Mendorong Kemandirian Pangan dan EkonomiProgram pengabdian ini menunjukkan bahwa pengembangan budidaya ikan nila dapat dipadukan dengan literasi digital untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat. Selain peningkatan kemampuan teknis budidaya, program menghasilkan strategi keberlanjutan berupa produksi konten, pelayanan konsultasi, dan pemasaran digital. Mitra juga mulai memiliki inisiatif usaha baru berupa penjualan paket peralatan bioflok dan jasa konsultasi berbayar.

Agenda

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.

05 September - 07 Agustus 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.

10 - 13 Maret 2016

Pengabdian Pada Masyarakat FPIK UNG

Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Civitas FPIK UNG akan dilaksanakan di Kabupaten Buol-Sulawesi Tengah. Pengabdian ini sebagai bentuk upaya penjajakan kerja sama dengan antara FPIK UNG dengan Pemerintah Kabupaten Buol Sulawesi Tengah