
Gorontalo, Maret 2026 - Penelitian ini merupakan kolaborasi lintas institusi yang melibatkan akademisi dari Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Brawijaya, dan Universitas Airlangga, dengan latar belakang keilmuan di bidang pengelolaan sumber daya perairan, perikanan, akuakultur, hingga kedokteran. Kolaborasi ini memperkuat pendekatan multidisiplin dalam mengkaji isu pencemaran lingkungan perairan. Tim peneliti dalam studi ini yaitu Miftahul Khair Kadim sebagai penulis korespondensi, bersama Nuralim Pasisingi, Asus Maizar Suryanto Hertika, Yenny Risjani, Abdul Hafidz Olii, Suciyono, dan Abdi Dzul Ikram Hasanuddin.
Tim peneliti memperkenalkan pendekatan inovatif dalam memantau pencemaran logam berat di perairan sungai dengan memanfaatkan organisme hidup sebagai indikator alami. Penelitian ini berfokus pada sensitivitas respon biomarker makroinvertebrata bentik untuk mendeteksi keberadaan logam berat di lingkungan perairan.
Dalam studi tersebut, larva dari famili Hydropsychidae genus Cheumatopsyche dipilih sebagai bioindikator utama. Organisme ini dinilai mampu memberikan respon biologis yang jelas terhadap paparan logam berat. Sementara itu, ekspresi Metallothionein (MT) digunakan sebagai penanda biologis, karena protein ini diproduksi secara khusus oleh organisme sebagai mekanisme pertahanan terhadap kontaminasi logam berat yang masuk ke dalam tubuh.
Secara metodologis, penelitian ini membandingkan konsentrasi logam berat yang terukur pada air, sedimen, dan biota (Cheumatopsyche sp.) dengan tingkat ekspresi MT. Pengamatan dilakukan pada lima stasiun yang tersebar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone, yang mewakili gradien dari hulu hingga hilir serta lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sumber pencemaran.
Salah satu titik pengamatan berada di wilayah hulu Sungai Bone, tepatnya di Desa Pinogu, yang dijadikan sebagai stasiun kontrol karena relatif minim aktivitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan spasial yang signifikan baik pada kadar logam berat maupun ekspresi MT di setiap lokasi pengamatan.
Lebih lanjut, ditemukan bahwa konsentrasi logam dalam air dan sedimen memiliki korelasi kuat dengan tingkat bioakumulasi pada organisme. Logam merkuri (Hg) teridentifikasi sebagai faktor utama yang memengaruhi peningkatan ekspresi MT pada Cheumatopsyche sp.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa larva Cheumatopsyche mampu secara efektif menelusuri pergerakan dan distribusi logam berat di perairan, bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah. Temuan ini memperkuat potensinya sebagai bioindikator dalam mendukung upaya pengelolaan dan perlindungan ekosistem sungai yang tercemar.
Artikel lengkap penelitian ini dapat diakses melalui link : Klik Disini!!!
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.
Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Civitas FPIK UNG akan dilaksanakan di Kabupaten Buol-Sulawesi Tengah. Pengabdian ini sebagai bentuk upaya penjajakan kerja sama dengan antara FPIK UNG dengan Pemerintah Kabupaten Buol Sulawesi Tengah