Hari Whale Shark Sedunia, Momentum Menguatkan Peran FKTP UNG dalam Edukasi dan Konservasi Laut

Oleh: Veggy Arman . 30 Agustus 2026 . 13:09:21

Gorontalo, 30 Agustus 2026 — Setiap 30 Agustus diperingati sebagai Hari Whale Shark Sedunia, sebuah momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap keberadaan hiu paus (whale shark) dan pentingnya menjaga ekosistem laut. Momentum ini memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan yang dikembangkan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan, FKTP UNG memiliki ruang strategis dalam mendukung upaya pelestarian biodiversitas laut melalui pendidikan, riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta konservasi sumber daya laut.

Hiu Paus dan Kekayaan Biodiversitas LautHiu paus merupakan salah satu biota laut yang memiliki nilai penting dalam ekosistem dan menjadi bagian dari kekayaan biodiversitas perairan Indonesia. Keberadaannya tidak hanya menarik perhatian dari sisi ekologi, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan pengetahuan, konservasi, dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Momentum Hari Whale Shark Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa pengelolaan laut tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi juga pada perlindungan habitat dan keberlanjutan ekosistem.

Hal tersebut selaras dengan semangat FKTP UNG yang mengembangkan pendidikan dan penelitian di berbagai bidang kelautan dan perikanan, termasuk ekologi laut, biodiversitas, pengelolaan sumber daya pesisir, konservasi, teknologi kelautan, hingga pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Menghubungkan Pendidikan dengan KonservasiKeterkaitan FKTP UNG dengan momentum Hari Whale Shark Sedunia dapat dilihat dari pentingnya pendidikan konservasi bagi generasi muda.

Mahasiswa bidang kelautan tidak hanya dituntut memahami sumber daya laut sebagai potensi ekonomi, tetapi juga memahami hubungan antara biota, habitat, dan keseimbangan ekosistem. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam menghasilkan lulusan yang mampu melakukan pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan perkuliahan, penelitian, praktikum lapangan, hingga pengabdian kepada masyarakat, FKTP UNG dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga biodiversitas laut.

Riset Menjadi Fondasi Pengelolaan Laut BerkelanjutanKeberadaan hiu paus juga memperlihatkan pentingnya riset kelautan berbasis data. Kajian mengenai habitat, pola kemunculan, kondisi lingkungan, interaksi dengan aktivitas manusia, hingga potensi wisata berbasis konservasi membutuhkan pendekatan ilmiah dan kolaborasi berbagai bidang keilmuan.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan pengetahuan yang dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya laut.

FKTP UNG dengan bidang keilmuan kelautan dan perikanan dapat berkontribusi melalui penelitian mengenai ekosistem, biodiversitas, sumber daya pesisir dan laut, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan lingkungan laut.

Dari Kampus untuk Laut yang Lebih LestariPesan “Menjaga Whale Shark, Menjaga Keseimbangan Ekosistem Laut” yang diangkat dalam materi visual FKTP UNG menjadi relevan untuk mengingatkan bahwa konservasi satu spesies juga berkaitan dengan upaya menjaga habitat dan ekosistem yang lebih luas. Sementara pesan “Laut Sehat, Masa Depan Berkelanjutan” menggambarkan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan dan perlindungan sumber daya laut. Bagi FKTP UNG, momentum Hari Whale Shark Sedunia dapat menjadi ruang untuk memperkuat pesan bahwa masa depan kelautan membutuhkan generasi yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kemampuan untuk mengelola laut secara berkelanjutan. Melalui pendidikan berkualitas, riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta konservasi sumber daya laut, FKTP UNG terus memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kekayaan laut.

Hari Whale Shark Sedunia bukan sekadar tentang satu spesies, tetapi tentang bagaimana manusia memahami, menjaga, dan hidup berdampingan dengan ekosistem laut.

Dari Kampus untuk Laut yang Lebih Lestari.

Agenda

8 - 9 Oktober 2026

Akreditas Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan

Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.

2 - 4 Oktober 2026

KONASPI XII 2026 di Bali

Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.