
Gorontalo, 2 Oktober 2026 - Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia akan menyelenggarakan Global Marine Spatial Planning Conference and Expo 2026 di Bali pada 25 hingga 27 November 2026. Forum internasional ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor untuk membahas perkembangan penataan ruang laut atau Marine Spatial Planning serta penguatan kolaborasi dalam tata kelola laut berkelanjutan. KKP
Kegiatan tersebut mengusung tema Unlocking, Securing, Transforming: From Ocean Planning to Sustainable Blue Investment. Tema ini menempatkan perencanaan ruang laut sebagai salah satu bagian penting dalam mendorong tata kelola laut sekaligus membuka peluang investasi biru yang berkelanjutan. KKP
Global Marine Spatial Planning Conference and Expo 2026 akan menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, berbagi praktik baik, serta mengembangkan kolaborasi dalam bidang Marine Spatial Planning. Peserta forum diharapkan berasal dari berbagai sektor yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan ruang laut.
Marine Spatial Planning merupakan pendekatan yang berkaitan dengan pengaturan pemanfaatan ruang laut untuk berbagai kepentingan secara terencana. Dalam pelaksanaannya, penataan ruang laut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah mendorong pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan ruang laut. Salah satunya melalui pengembangan model Marine Spatial Planning berbasis masyarakat adat di Desa Intaran, Denpasar, Bali, yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pengelola kawasan, dan pemangku kepentingan lainnya. KKP Selain itu, KKP sebelumnya juga mendorong kolaborasi multipihak melalui skema pendanaan kreatif dan Corporate Social Responsibility untuk mendukung penataan ruang laut yang berkelanjutan. KKP
Penyelenggaraan konferensi internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai perencanaan ruang laut. Forum tersebut juga akan menyoroti berbagai jalur untuk mendorong investasi biru yang berkelanjutan sebagai salah satu bagian dari tata kelola kelautan.
Bagi kalangan akademisi dan perguruan tinggi bidang kelautan dan perikanan, forum ini menjadi momentum untuk mengikuti perkembangan pemikiran dan praktik terbaru dalam Marine Spatial Planning, sekaligus membuka ruang jejaring dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Informasi lebih lanjut mengenai program, pendaftaran, dan mekanisme partisipasi akan disampaikan oleh penyelenggara melalui kanal resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan. KKP
Jadwal: 25-27 November 2026Lokasi: Bali, IndonesiaPenyelenggara: Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik IndonesiaTema: Unlocking, Securing, Transforming: From Ocean Planning to Sustainable Blue Investment KKP
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.