FKTP UNG dan Masyarakat Tabulo Selatan Bergerak Lestarikan Ekosistem Mangrove

Oleh: Veggy Arman . 30 September 2026 . 09:00:30

BOALEMO — Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penanaman bibit mangrove di Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

Kegiatan tersebut didokumentasikan dalam artikel ilmiah berjudul “Penanaman Mangrove sebagai Upaya Konservasi Ekosistem Mangrove di Desa Tabulo Selatan Kabupaten Boalemo”, yang diterbitkan dalam Jurnal Dinamika Pengabdian, Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025, halaman 242–252. Artikel tersebut ditulis oleh Lukman Mile, Nuralim Pasisingi, Yuniarti Koniyo, Sri Nuryatin Hamzah, Rieny Sulistijowati, Asri Silvana Naiu, Juliana, dan Rita Marsuci Harmain.

Edukasi Masyarakat Menjadi Bagian Penting KonservasiKegiatan yang dilaksanakan pada 18–19 Oktober 2024 tersebut berangkat dari hasil survei yang menunjukkan masih perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai fungsi ekosistem mangrove serta pemanfaatan potensi sumber daya lokal, termasuk rumput laut. Program pengabdian kemudian dirancang dalam dua tahapan utama, yaitu sosialisasi dan praktik penanaman bibit mangrove.

Sosialisasi memberikan pemahaman mengenai fungsi mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi garis pantai dari abrasi dan membantu mencegah erosi. Masyarakat juga diberikan informasi mengenai teknik penanaman dan perawatan mangrove agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan masyarakat Desa Tabulo Selatan, penyuluh pertanian dan perikanan, pemerintah daerah, dosen, serta mahasiswa. Penyediaan bibit dalam kegiatan tersebut melibatkan Balai Riset Budidaya Rumput Laut Kecamatan Mananggu. Kawasan penanaman telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan daerah.

Menanam Mangrove, Menjaga Fungsi Ekosistem PesisirDesa Tabulo Selatan berada di kawasan pesisir Teluk Tomini. Lokasi kegiatan memiliki luas sekitar 195,24 hektaredan terbagi dalam tiga dusun, yakni Bulalo, Batu Merek, dan Pohilihe.

Mangrove memiliki fungsi ekologis dan fisik yang penting bagi kawasan pesisir. Ekosistem ini menjadi habitat berbagai organisme perairan sekaligus berperan sebagai daerah asuhan, pemijahan, dan tempat mencari makan bagi berbagai biota seperti ikan, udang, kepiting, dan kerang. Mangrove juga berfungsi menangkap sedimen, mengurangi erosi serta membantu meredam gelombang laut.

Karena itu, keberadaan mangrove tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat pesisir. Ekosistem mangrove dapat mendukung sumber pangan dan mata pencaharian melalui perikanan serta kegiatan budidaya perairan.

Kolaborasi Masyarakat dan Perguruan TinggiPenanaman mangrove di Tabulo Selatan memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi. Artikel tersebut menekankan bahwa masyarakat yang berada dan bergantung langsung pada ekosistem mangrove perlu dilibatkan dalam proses rehabilitasi agar upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan sejumlah jurusan di lingkungan FKTP UNG, yaitu Manajemen Sumber Daya Perairan, Budidaya Perairan, Teknologi Hasil Perikanan, dan Ilmu Kelautan, bersama dosen dan mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, FKTP UNG menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menerapkan Tridarma Perguruan Tinggi melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan aksi nyata konservasi lingkungan pesisir.

Konservasi yang Berkelanjutan Membutuhkan PendampinganKegiatan pengabdian di Desa Tabulo Selatan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman bagi masyarakat maupun pelaksana kegiatan. Namun, keberlanjutan konservasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman bibit. Artikel tersebut menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat terus meningkatkan pemahaman dan keterlibatannya dalam menjaga ekosistem mangrove.

Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, konservasi mangrove di kawasan pesisir diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus mendukung kehidupan masyarakat pesisir.

Sumber: Mile, L., Pasisingi, N., Koniyo, Y., Hamzah, S.N., Sulistijowati, R., Naiu, A.S., Juliana, & Harmain, R.M. (2025). Penanaman Mangrove sebagai Upaya Konservasi Ekosistem Mangrove di Desa Tabulo Selatan Kabupaten Boalemo. Jurnal Dinamika Pengabdian, 10(2), 242–252. DOI 10.20956/jdp.v10i2.4202

Agenda

8 - 9 Oktober 2026

Akreditas Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan

Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.

04 Januari - 04 Februari 2017

Banding Akreditasi Prodi MSP

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.

16 - 18 September 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.

05 September - 07 Agustus 2016

VISITASI AKREDITASI PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.