
Gorontalo, 07 Oktober 2026 — Dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan publikasi ilmiah pada jurnal internasional melalui penelitian mengenai keberadaan holothuroid atau teripang pada habitat lamun di kawasan terumbu datar Teluk Tomini.
Artikel berjudul “Beyond Seagrass Density: Holothuroid Occurrence across Fine-scale Habitat Mosaics in Reef Flats of Tomini Bay, Indonesia” diterbitkan dalam Journal of Fisheries and Environment, Volume 50 Nomor 2 Tahun 2026, edisi Mei–Agustus. Artikel tersebut tercatat dipublikasikan pada 31 Agustus 2026.
Penelitian ini ditulis oleh Femy Mahmud Sahami dari Department of Marine Science, State University of Gorontalo, bersama Faizal Kasim dari Department of Marine Science, Sitty Nursinar dari Department of Water Resources Management, serta Delvinawati Malawo dari Graduate School of Water Resources Management, Universitas Negeri Gorontalo.
Penelitian tersebut mengkaji keberadaan holothuroid dalam kaitannya dengan mosaik habitat berskala kecil pada kawasan terumbu datar yang berasosiasi dengan ekosistem lamun di Teluk Tomini. Kajian ini tidak hanya melihat keberadaan teripang berdasarkan kepadatan lamun, tetapi juga memperhatikan variasi habitat pada skala yang lebih detail.
Dalam penelitian, pengamatan dilakukan pada tiga stasiun dengan tiga kuadrat berukuran 1 × 1 meter pada setiap stasiun. Setiap kuadrat kemudian dibagi menjadi 25 mikroplot sehingga kerangka pengamatan mencakup 225 mikroplot dan 450 catatan waktu pengamatan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa holothuroid ditemukan pada 37 mikroplot yang memiliki keberadaan bersama dengan lamun, sementara 33 mikroplot hanya memiliki lamun tanpa holothuroid. Tidak ditemukan mikroplot yang hanya ditempati holothuroid tanpa keberadaan lamun.
Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa hubungan antara keberadaan holothuroid dan habitat lamun perlu dipahami dengan memperhatikan heterogenitas habitat pada skala kecil, bukan hanya berdasarkan kepadatan lamun secara keseluruhan. Pendekatan ini penting dalam memahami pola distribusi organisme bentik dan karakteristik habitat di ekosistem pesisir Teluk Tomini.
Publikasi ini sekaligus memperkuat kontribusi dosen FKTP UNG dalam menghasilkan kajian ilmiah mengenai biodiversitas, ekosistem lamun, sumber daya perairan, dan ekologi pesisir Teluk Tomini. Penelitian tersebut juga menunjukkan pentingnya pemanfaatan data berskala halus dalam memahami keterkaitan antara organisme laut dan mosaik habitat di wilayah pesisir.
Agenda Akreditasi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan, memastikan, dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar akreditasi yang berlaku. Kegiatan ini mencakup evaluasi dokumen, pemenuhan data dan eviden, penataan administrasi akademik, serta koordinasi seluruh sivitas akademika untuk mendukung proses asesmen akreditasi.
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo turut berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bali.
Kehadiran perwakilan dosen FKTP UNG menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pertukaran gagasan dalam mendukung transformasi dan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.