
Gorontalo, 24 Agustus 2026 – Dosen Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sandrianto Djunaidi, S.Pi., M.Si., turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Photo-Identification (Photo-ID) dan Uji Coba Satellite Tagging dengan Metode Clamp pada Hiu Paus (Rhincodon typus) yang dilaksanakan oleh Konservasi Indonesia di Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas teknis pemantauan dan penelitian hiu paus di perairan Gorontalo. Workshop tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pemantauan, penelitian, konservasi, dan pengelolaan hiu paus.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan kapasitas mengenai metode Photo-Identification (Photo-ID), yaitu teknik identifikasi individu hiu paus berdasarkan karakteristik dan pola tubuh yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan kemunculan serta pergerakan individu hiu paus dari waktu ke waktu.
Selain Photo-ID, workshop juga memperkenalkan teknologi satellite tagging melalui uji coba metode clamp. Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperoleh informasi mengenai pergerakan, pola migrasi, serta pemanfaatan habitat hiu paus, sehingga dapat mendukung pengembangan strategi konservasi yang lebih berbasis data.
Keikutsertaan Sandrianto Djunaidi sebagai dosen Ilmu Kelautan FKTP UNG menjadi bagian penting dalam memperkuat keterlibatan akademisi dalam kegiatan konservasi sumber daya laut, khususnya dalam pengembangan pengetahuan dan kapasitas teknis terkait ekologi serta pemantauan hiu paus di perairan Gorontalo.
Perairan Botubarani sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi kemunculan hiu paus yang memiliki nilai penting bagi kegiatan penelitian, edukasi, dan konservasi. Keberadaan hiu paus di kawasan tersebut juga memberikan peluang bagi pengembangan kajian ilmiah sekaligus mendorong pengelolaan aktivitas wisata yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, lembaga konservasi, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pemantauan serta perlindungan hiu paus di Gorontalo.
Bagi FKTP UNG, keterlibatan dosen dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda konservasi keanekaragaman hayati laut. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama workshop diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran, penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang Ilmu Kelautan. Kegiatan Workshop Photo-ID dan uji coba satellite tagging ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan populasi hiu paus dan ekosistem laut Gorontalo sebagai bagian dari kekayaan biodiversitas yang perlu dilindungi untuk generasi mendatang.
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan akan melaksanakan Banding terkait dengan hasil Akreditasi dari BAN-PT.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 16- 18 September 2016.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG dalam waktu dekat akan melakukan Akreditasi Program Studi. Adapun Program Studi yang akan di Akreditasi yakni Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Pelaksanaan Akreditasi pada tanggal 05 - 07 September 2016.
Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Civitas FPIK UNG akan dilaksanakan di Kabupaten Buol-Sulawesi Tengah. Pengabdian ini sebagai bentuk upaya penjajakan kerja sama dengan antara FPIK UNG dengan Pemerintah Kabupaten Buol Sulawesi Tengah